KABAR
10 April 2018
Kabar Terakhir Rapotivi

Kepada Sahabat Rapotivi,

Kabar ini kami tulis dengan berat hati. Sebab, ini mungkin adalah kabar terakhir yang akan Anda baca dari kami.  Mulai 1 April 2018, kami memutuskan untuk menutup aplikasi dan web Rapotivi. Sebagai sebuah inisiatif yang dimulai sejak Febuari 2015, Rapotivi kini telah digunakan oleh lebih dari 3.000 orang. Tentu tidak mudah memutuskan menghentikan aplikasi yang telah dipercaya oleh ribuan orang. Namun, ini adalah keputusan paling rasional yang bisa kami ambil saat ini.

Sejak 2015 Rapotivi telah meneruskan 1.334 aduan pengguna ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Namun, hingga kini hanya 20% saja dari aduan tersebut ditindaklanjuti oleh KPI. Ada banyak alasan yang selama ini diberikan oleh KPI. Kami rangkum alasan tersebut menjadi dua hal, yakni banyak aduan dianggap KPI sebagai bukan bentuk pelanggaran dan KPI lebih suka mengedepankan “pembinaan” ketimbang sanksi. “Pembinaan” yang dimaksud KPI adalah duduk bersama industri televisi menjelaskan kekurangan tayangan yang mereka produksi sambil berharap pelaku industri televisi berbenah. Tentu, dalam berbagai pertemuan antara Rapotivi dengan KPI kami sudah berkali kami menyampaikan ketidaksetujuan kami. Dalam benak kami, sanksi adalah keharusan, karena merupakan bagian dari penegakan hukum. Sementara “pembinaan” sesuatu yang bisa dilakukan bersamaan dengan jatuhnya sanksi. Sehingga tidaklah masuk akal pembinaan menggantikan sanksi.

Namun, sepertinya KPI terus berpegang pada keputusannya. Hasilnya, banyak aduan tidak mampu berbuah perubahan berarti. Kendati demikian, bukan berarti kami berhenti berusaha. Inisiatif lain juga pernah kami ambil, misal, bekerjasama dengan aplikasi LAPOR yang dimiliki oleh Kantor Staf Kepresidenan. Harapannya dengan kerjasama ini, pemerintah bisa turut mendorong KPI bekerja lebih maksimal. Namun, satu tahun berjalan, kerjasama ini tidak membuahkan hasil yang signifikan. Tiga tahun berjalan, kami pun sampai pada kesimpulan bahwa Rapotivi tidak lagi efektif menjadi alat menyalurkan aspirasi warga atas tayangan televisi. Singkat kata, sejak akhir tahun lalu kami sudah mulai merasa buntu untuk terus menjaga kepercayaan Anda semua. 

Alhasil kami merasa Rapotivi butuh perubahan radikal guna tetap relevan. Pada awalnya, ada banyak rencana perubahan yang hendak kami lakukan di Rapotivi. Salah satunya, mengubah Rapotivi menjadi platform literasi media (menghilangkan fitur aduan) dengan menambah fitur, misalnya chat. Tujuannya adalah untuk menjadikan Rapotivi sebagai platform yang bisa menyalurkan kegelisahan warga sekaligus alat membuat “rating publik”. Ini berarti mengubah tujuan Rapotivi yang awalnya alat menyampaikan aspirasi pada regulator menjadi alat menekan pengiklan agar beriklan di tayangan yang sehat dan mendidik. Namun, rencana ini menemui jalan buntu ketika kami tidak lagi memiliki dana. 

Sejak Oktober 2017, Rapotivi tidak lagi memiliki penyandang dana. Selama ini dana operasional Rapotivi dibiayai oleh Cipta Media Seluler sebuah organisasi penyandang dana yang menyalurkan dana dari Ford Foundation. Karenanya, selama 5 bulan terakhir, biaya operasional Rapotivi didapatkan dari kas internal Remotivi, organisasi yang melahirkan dan mengelola Rapotivi. Sesungguhnya, ini bukanlah masalah, sebab pada 2016 selepas berakhirnya hibah Cipta Media Bersama sampai sebelum kami mendapatkan hibah Cipta Media Seluler di tahun 2017, biaya operasional Rapotivi juga kami tanggung sendiri.  Namun yang berbeda kali ini, Remotivi sendiri sedang mengalami kesulitan pendanaan. Ini membuat kami tak punya pilihan kecuali melakukan efisiensi operasional program. Rapotivi menjadi salah satu program yang kami pilih untuk dihentikan. 

Sekali lagi, ini bukan pilihan mudah. Kepercayaan Anda semua adalah pertimbangan utama kami. Pertimbangan ini juga yang membuat lamanya keputusan ini diambil. Semoga Anda semua bisa mengerti keputusan ini.

Kami, segenap pengurus Rapotivi dan Remotivi hendak mengucapkan maaf sebesar-besarnya bila keputusan ini mengecawakan Anda. Dan terima kasih banyak atas kepercayaan dan dukungan Anda selama ini pada Rapotivi.

 

Salam

  

Muhamad Heychael

Direktur Remotivi 2015-2018


Kabar Terakhir Rapotivi
Kepada Sahabat
Kompilasi Aduan Warga 1-30 November 2017
Pada periode ini terdapat 13
Tak Ada Kepentingan Publik Di Pernikahan Kahiyang
Tanggal 8 November,
Kompilasi Aduan Warga 1-31 Oktober 2017
Pada periode ini terdapat 11